Yuk Melancong, mengenal lebih dalam lagi seputar berbagai wisata di indonesia tercinta kita ini, "salam wisata.. wooolu" ^_^

Rabu, 20 Februari 2013

Puncak Abadi para Dewa


Semeru oh Semeru

      Gunung Semeru merupakan salah satu gunung api yang ada di wilayah Nusantara. ketinggiannya yang mencapai 3676 mdpl menjadikannya sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa. Gunung ini terletak di antara Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur, sedangkan letak geografisnya antara 8°06' LS dan 120°55' BT. Para Pecinta Alam maupun  pendaki biasanya pada waktu-waktu tertentu seperti hari libur nasional dan akhir minggu banyak menghabiskan waktu mereka untuk "menaklukan" gunung yang satu ini. Gunung Semeru masuk dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.



Legenda Semeru
      Gunung Semeru menurut mitos merupakan puncak dari gunung Meru yang berada diwilayah negara India, diceritakan sebelumnya bahwa waktu itu pulau Jawa dalam keadaan terombang-ambing di tengah-tengah lautan. Melihat hal ini para dewa berinisiatif untuk menancapkan puncak gunung Meru diatas pulau Jawa. Akhirnya dewa Wisnu dan dewa Brahma memindahkan puncak gunung tersebut ke pulau Jawa, tapi terdapat kendala di perjalanan mereka, saat puncak Meru diletakkan di sisi barat pulau Jawa ternyata sisi timur pulau Jawa terangkat sehingga puncak Meru di letakkan di sebelah timur pulau Jawa dan di perjalanannya serpihan-serpihan puncak Meru berjatuhan disepanjang pulau Jawa yang sekarng menjadi deretang pegunungan di Pulau Jawa. hal ini sesuai dengan kepercayaan masyarakat Jawa menurut kitab kuno "Tantu Pagelaran" di abad ke-15.

Pendakian Gunung Semeru
      Pada akhir tahun 2012 awal bulan Desember lalu, dunia perfilman Indonesia telah diraimaikan dengan pemutaran film barunya yaitu "5 cm" yang di sutradarai oleh Rizal Mantovani. Sebenarnya film ini bercerita tentang persahabatan tapi didalam ceritanya disisipkan petualangan mereka dalam mendai gunung Semeru, hal inilah salah satu alasan menariknya film ini untuk ditonton terutama oleh para pendaki lovers. Sebelum film ini di tayangkan sebenarnya gunung Semeru sudah banyak dan ramai di jelajahi oleh para pendaki dari berbagai wilayah pelosok di negeri ini bahkan oleh para "bule". 
      Sebelum pendakian dimulai, biasanya para pendaki berkumpul terlebih dahulu di terminal Bungurasih Surabaya bagi yang menggunakan bis atau stasiun Kota Baru Malang. Dari Bungurasih perjalanan dilanjutkan ke terminal Arjosari biasanya dengan ongkos Rp. 10.000.00, dari Arjosari lanjuk ke pasar/terminal Tumpang dengan biaya Rp. 7.000.00. Jika perjalanan dari stasiun Batu Baru Malang, pejalanan bisa dilanjutkan dengan naik angkot ke Tumpang dengan biaya sekitar 10-15 ribuan. Nah dari Tumpang ini pendaki bisa memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Jip atau Trek menuju "Ranupane" sekaligus sebagai pos pendataan gunung Semeru. dengan Trek pendaki biasanya dikenai biaya sebesar 30 ribu sedangkan Jip untuk satu mobilnya biasanya 400 ribu untuk 10-15 orang. 
Jika menggunakan Trek bisa menghubungi bapak Ruseno dengan no. telp 0341789162 karena biasanya Trek akan berangkat setelah penumpang penuh tanpa menunggu lama-lama. Perjalanan daru Tumpang menuju Ranupane membutuhkan waktu 2 jam. Diranupane setiap pendaki wajib membawa surat keterangan sehat dari dokter dan foto kopi KTP serta dikenai biaya operasional sebesar 7 ribu. 
      Pendakian biasanya dimulai dari "Ranupane" menuju "Ranukumbolo" sekitar 5 jam. di Ranupane pendaki disarankan untuk bermalam atau istirahat karena perajalanan selanjutkan akan membutuhkan tenaga yang lebih ekstra. Ranu Kumbolo merupakan sebuah danau yang terletak tepat di jalur pendakian dan merupakan danau tertinggi di Pulau Jawa denga ketinggian 2400 mdpl disana mata pendaki akan dimanjakan oleh sejuknya udara serta hangatnya udara pagi saat sunrise menjelang. 
      Selanjutnya pendaki akan melewati "oro-oro ombo" yang sangat luas, tapi sebelumnya pendaki akan dihadang oleh tingginya bukit cinta yang konon dipercaya apabila seorang pendaki menanjaki "bukit cinta" tanpa berhenti dan menoleh kebelakang serta menyebut dalam hati nama seseorang maka akan langgeng hubungannya dengan orang tersebut.
      Didepan "Oro-oro ombo" terdapat "cemoro sewu" yang menunggu perjalana berikutnya. di cemoro sewu ini fisik pendaki akan di uji yang selanjutnya akan membawa mereka ke "kali mati" yaitu bisa di sebut sebagai camp selanjutnya atau jika sedang sepi pendaki, pendakian bisa dilanjutkan langsung menuju ke "arcopodo" karena disini pendaki juga bisa membuat camp (jika sepi pendaki) sebab arcopodo hanya bisa di isi untuk beberapa tenda saja. pendaki di kali mati atau arcopodo ini sangat dianjurkan untuk tidur atau istirahat di awal malam karena keesokan harinya mereka akan melanjutkan perjalanan terakhir menuju puncak Mahameru. Biasanya pendaki mamuali perjalanan pada pukul 02:00 dini hari karena perjalanan membutuhkan sekitar 4jam untuk menuju puncak. Disinilah mental para pendaki benar-benar akan diuji. Perjalana tidak akan sedatar sebelumnya karena kemiringan jalur sekitar 45-50 derajat lebih. Tiga langkah akan menjadi satu langkah karena jelur yang dipenuhi oleh pasir dan batu-batu. Pendaki dianjurkan untuk menggunakan masker, penutup kepala, kaos tangan, sepatu, serta jaket dan alat perlindungan lainnya untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan. Dan yang tidak kalah penting pendaki harus membawa bekal, karena perjalalan yang akan membuat perut kita terasa sangat kosong :).

      Di puncak, pendaki bisa melihat kawah Jonggring Saloko yang mengeluarkan asap tebalnya serta suara yang menggelegar. Sebenarnya sebelum tahun baru 2013 kemarin pendaki masih bisa melihat memoria Soe Hok Gie dan Idhan Lubis di Puncak. Tapi awal Januari kemari memoriam tersebut di turunkan dari puncak demi kepentingan bersama. Pendaki juga bisa melihat indahnya pemandangan sekitar puncak. Di puncak pendaki diharuskan turun sebelum jam 10 pagi, dikarenakan waktu tersebut zat beracun dari kawah akan keluar dan sangat berbahaya jika sampai terhirup, seperti yang di alami oleh Soe Hok Gie dan kawannya Idhan Lubis.
     
      Saat perjalanan turun dari puncak, jangan sekali-kali pendaki berlari sebab jalur tersebut sngant riskan untuk lonsor. Di gunung kita bisa melihat keaslian sifat manusia, begitu juga keaslian sifat diri kita sendiri. sebesar apapun ambisi kita untuk mencapai puncak tersebut tak akan pernah kita raih tanpa adanya kesabaran. selamat mencoba kawan. Salam Lestari....salam rimba.....salam hijaunya bumi kita...:).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar